Istilah dalam Dunia Optik

Bebrapa istilah yang digunakan dalam bidang optik :

  1. Refraksi adalah proses jalannya cahaya melalui media transparan (kornea, lensa mata, lensa kacamata, dll) melalui sistem optik.
  2. Kelainan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat diakomodasi dengan alat bantu penglihatan, contoh kacamata, lensa kontak. Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat melihat gambar/tulisan dengan jelas pada jarak 6 meter dengan sudut pandang 5º (sudut visualis). Kelainan refraksi dapat berupa miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisma.
  3. Miopia atau sering dikatakan rabun jauh adalah penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. Kondisi seperti ini dapat diakomodasi dengan pemberian lensa tunggal negatif/minus/cekung.
  4. Hipermetropia/Hiperopia atau sering dikatakan rabun dekat adalah penurunan ketajaman penglihatan baik jauh maupun dekat jika dibanding dengan orang normal. Kondisi seperti ini dapat diakomodasi dengan lensa tunggal positif/plus/cembung.
  5. Astigmatisma adalah penurunan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. Kondisi seperti ini dapat diakomodasi dengan lensa tunggal silindris/cylinder yang dapat dikombinasikan dengan lensa tunggal negatif ataupun positif.
  6. Presbiopia atau sering juga dikatakan rabun dekat adalah suatu kondisi berkurangnya kemampuan mata untuk fokus pada jarak dekat seperti membaca karena usia yang mulai menua. Presbiopia merupakan hal yang alami karena penuaan seperti halnya uban dan keriput yang mulai muncul pada usia 40-50 tahun. Dapat diakomodasi dengan lensa bifokal dengan 2 titik fokus atau lensa progresif (multifokal) yang perubahan fokusnya terjadi secara bertahap.
  7. Lensa kaca merupakan lensa non-organik yang memiliki kelebihan lebih tipis dibandingkan dengan lensa plastik CR-39.
  8. Lensa plastik CR-39 adalah lensa organik yang terbuat dari allyl diglycol carbonate(ADC), yang memungkinkan lensa menjadi lebih ringan dan tahan terhadap benturan. Standar indeks bias lensa CR-39 adalah 1.50.
  9. Lensa plastik polycarbonate adalah lensa organik termoplastik yang memiliki berat lebih ringan dan daya tahan bentur lebih baik dibanding plastik CR-39. Lensa jenis ini merupakan lensa standar yang disarankan untuk digunakan di Amerika. Standar indeks bias lensa polycarbonate adalah 1.56.
  10. Lensa single vision adalah lensa dengan fokus tunggal (1 titik fokus). Biasa digunakan untuk mengoreksi mata miopia, hipermetropia dan astigmatisma.
  11. Lensa bifokal atau sering disebut lensa jauh-dekat adalah lensa dengan fokus ganda (2 titik fokus). Biasa digunakan untuk mengoreksi mata presbiopia (melihat jauh dan dekat)
  12. Lensa curve-top/round top atau biasa disebut kryptok adalah salah satu jenis lensa bifokal yang umum di pasaran. Dinamakan curve-top karena bidang bacanya berbentuk bulat.
  13. Lensa flat-top adalah salah satu jenis lensa bifokal yang umum di pasaran. Dinamakan flat-top karena bidang bacanya berbentuk seperti mangkok (bagian atasnya datar).
  14. Lensa multifokal atau sering disebut lensa progresif adalah lensa dengan 3 titik fokus, yaitu jauh, sedang dan dekat. Biasa digunakan untuk mengoreksi mata presbiopia (melihat jauh dan dekat).
  15. Lensa photocromic (biasa disebut lensa PG) adalah jenis lensa yang peka terhadap sinar ultra violet (terutama oleh matahari). Bila terkena paparan sinar ultra violet, lensa jenis ini akan menjadi gelap. Semakin tinggi kandungan ultra violet yang diterima, lensa akan menjadi semakin gelap.
  16. Lensa aspheris adalah lensa dengan permukaan yang lebih datar sehingga memberikan kesan yang lebih bagus dari segi estetika. Biasanya untuk lensa minus tinggi ≥ -4.00D.
  17. Lensa lenticular adalah lensa dengan permukaan yang cembung, sehingga menyerupai kaca pembesar (lup). Biasa digunakan untuk lensa plus tinggi ≥ +8.00D.
  18. Lapisan anti reflektif atau lebih dikenal dengan MC (multi-coat) adalah lapisan yang ditambahkan pada lensa untuk menangkal sinar/cahaya yang masuk. Umumnya lapisan ini memberikan efek keunguan atau kehijauan bila lensa diterawangkan ke sinar.
  19. Lapisan tahan gores atau lebih dikenal dengan hard-coat adalah lapisan yang ditambahkan pada lensa plastik untuk memberi kekuatan terhadap goresan. Yang perlu diingat bahwa dengan ditambahkannya lapisan ini tidak membuat lensa tidak bisa tergores.
  20. Lapisan hidrophobik adalah lapisan yang ditambahkan pada lensa plastik yang menjadikan lensa lebih licin, terutama terhadap air, sehingga lebih mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan bekas.
  21. Lapisan cermin atau lebih dikenal dengan mirror-coat adalah lapisan yang ditambahkan pada lensa plastik untuk memberi efek laksana cermin.
  22. Tinting adalah proses pewarnaan yang dapat ditambahkan pada lensa plastik CR-39.
  23. Dioptri adalah satuan kekuatan sebuah lensa. Biasa merujuk pada minus/plus berapa dioptri.
  24. Indeks bias adalah perbandingan kecepatan rambat cahaya di udara dibanding di material tertentu. Semakin tinggi index bias maka makin tipis lensa yang dapat dibuat. Perbandingan ketebalan antara index bias yang satu dengan yang lainnya, mulai terlihat pada ukuran di atas –4.00D.
  25. OD adalah singkatan dari Oculus Dexter, sebuah istilah bidang kesehatan mata yang merujuk pada mata kanan.
  26. OS adalah singkatan dari Oculus Sinister, sebuah istilah bidang kesehatan mata yang merujuk pada mata kiri.
  27. MPD adalah singkatan dari Monocular Pupillary Distance, yaitu jarak antara pupil mata dengan garis tengah hidung.
  28. PV adalah singkatan dari Pupillary Vertical, yaitu tinggi titik fokus mata.
  29. Rim adalah bagian luar dari sebuah frame yang menjadi tempat lensa.
  30. Bridge adalah bagian dari sebuah frame yang menghubungkan kedua rim.
  31. Nose pad adalah bagian dari sebuah frame yang menempel pada hidung kita, berguna untuk menopang frame.
  32. Arm adalah bagian membengkok disebelah kanan-kiri rim yang menghubungkan dengan temple.
  33. Temple atau biasa disebut kaki frame adalah bagian panjang dari frame yang ujung arm hingga (umumnya) membengkok ke telinga yang berfungsi untuk menjaga frame tidak jatuh.

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: